Posts

LANGIT MALAM 30 OKTOBER 1998

Image
Lampu terminal menyala temaram di sepanjang jalan itu. Diselingi lampu mobil dan kendaraan lain yang lewat lalu lalang di malam itu, 30 Oktober 1998. Malam terakhir Mia bertemu dengan orang ini, Juan, pria yang pernah mengisi harinya. "Dek, tak bisakah kamu merubah keputusanmu. Kita rundingkan lagi bersama", pria itu kembali membujuk Mia. Tapi Mia sudah kekeh dengan keputusannya. Mereka harus putus. Perbedaan keyakinan yang tak pernah bisa menemukan jalan untuk bertemu, hanya jalan buntu bagi mereka. Mia masih ingat saat itu bagaimana dulu dia pernah bertanya pada Juan soal hubungan mereka. "Saya nggak berani dek, siapa yang berani meninggalkan DIA akan sengsara", katanya. "Aku juga nggak bisa ikut kamu, kayakinan adalah masalah hati, tidak bisa ikut ikut gitu, itu hubungan antara kita dengan Tuhan nggak bisa dipaksa", sahut Mia. Dan akhirnya karena tak ada titik temu , mereka putuskan tuk berpisah. Berpisah demi keyakinan masing masing. Juan ...

PETIR YANG BUKAN KEJUTAN BAGIKU

Image
Sinar matahari pagi menyapa lembut wajahku. Mengiringi pelan langkahku menuju tempat itu, ya ke tempat itu. Tempat dimana kita selalu bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Ku buka pintu besar itu, mataku tertuju pada ruangan di seberang sana di mana selalu ada makhluk dingin itu. Makhluk dingin  bak gunung es dengan senyum dinginnya  yang indah yang sudah memporakporandakan hatiku. Aku yakin dia ada di sana melihatku saat ini. Menatap di sudut ruangan dari balik kaca jendela yang hitam. Setelah ku taruh tasku dan jaket di meja kerjaku, kuambil berkas yang kemarin di cari bosku untuk ditandatangani , lalu kuayunkan langkahku. Kuberanikan diri menuju ruangan itu . Kutarik nafasku dalam dalam ada yang berkecamuk di hati.  Perlahan kuketuk pintunya, ada suara jawaban dari dalam. "Masuklah tidak dikunci", suara itu menyahut. "Maaf pak, ini berkas yang bapak minta kemarin" , kusodorkan berkas sambil kutatap  wajah itu. Dalam dan dingin entah apa art...

Untukmu yang masih selalu ada di pelupuk mataku

Image
Untukmu yang selalu ada di pelupuk mataku Aku tak mengerti kapan rasa ini hadir Aku tak tahu kenapa harus hadir Jika ditanya apa alasannya Aku pun tak tahu Tapi sungguh ini ada dan benar benar hadir Hadir dihatiku, menyirami tandusnya dan menghiasi tamannya Membalut lukaku, walau kau tinggalkan yang baru dengan pergimu

HANGAT PELUK ES BATUKU

Image
Apa kabarmu es batuku Makhluk dingin yang pernah membekukanku Makhluk bak gunung es yang pernah menghangatkan hatiku dalam pelukmu Apa kabarmu Sudahkah kamu meleleh hari ini Atau sudahkah kamu membuat orang lain beku karena mencoba mendekatimu Sudahkah pelukmu me nghangatkan hati lain yang beku seperti aku saat itu Sudahkah kebekuanmu cair dengan tawa yang lain Masih kuingat jelas tatap mata itu Tatapan yang tajam dingin menghunjam jantungku Membuatku luluh dalam penantianku Membuatku hancur saat kau hilang dari pelupukku Tak pernah dapat kulupa Pelukan hangat yang menenangkan hati Menyirami tandus jiwa Usapan lembut yang menghapus airmata Tangan yang lembut memelukku Tak kusangka ternyata kau meleleh juga Gunung es itu meleleh begitu cepat Tak dapat dicegah tak dapat ditunda Alam merenggutmu dariku Menyabik hatiku Memaksamu meninggalkanku sendiri Membeku .. Karena dingin pelukmu masih tersisa dihatiku yang ikut membeku karena pergimu Kau pergi menuju ...