Posts

Showing posts from 2019

CERITA MIA ( Pacarku, Pilihlah Sahabatku )

Image
PACARKU, PILIHLAH SAHABATKU Yuda memandang mata Mia dalam sedalam dalamnya, hatinya tak sanggup kehilangan cewek ini. "Aku nggak ada apa apa sama Sri, Mia! Sungguh! Aku hanya bercanda dan cuma godain aja koq, dia kan temanmu , temanku juga, wajar kan?". "Aku nggak perduli alasanmu, Yud. Kamu jahat!. Kamu tahu betapa dia sangat berharap padamu, dan dia nggak salah karena memang dia nggak tahu hubungan kita, yang salah kita , Yud, kenapa memilih merahasiakan kalo kita udah jadian. Aku nggak mau tahu kamu harus jadian sama Sri. Dia cewek baik dan lugu, dia pantas buat kamu, aku saja yang mundur". "Lho nggak bisa gitu dong! Aku kan sudah bilang aku sukanya sama kamu, aku nggak mau kehilangan kamu, Mia. Kamu ni apa apaan , enggak ah!". "Kamu harus mau!". Mia diam sejenak.  "Demi aku", kata Mia lirih namun tegas. Mia menatap dalam mata Yuda, cowok yang disayanginya, sambil dia sandarkan tubuhnya di kursi kantin. Ingin rasan...

HARAP DI UJUNG MALAM

Image

Aku Bukan Lagi Alasanmu

Image
Masih kuingat kenangan itu.. Dulu.. Aku adalah alasanmu Alasanmu saat jantungmu berdebar kencang.. yaa saat bertemu denganku Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasanmu karena waktu tidur malammu tercuri, karena memikirkan aku tentunya Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasanmu karena ketidakmampuanmu menanggung rindu yang berat saat kita lama tak bertemu katamu Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasan untuk selalu tampil rapi supaya terlihat kece saat bertemu Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasanmu untuk selalu tersenyum bahagia. Bahagia karena sudah bersamaku Kini.. Aku bukan lagi alasanmu Aku bukan lagi alasanmu , karena kamu sudah memilih berhenti.  Berhenti berjuang untuk semua alasanmu Untuk kebaikan dan kebahagiaan kita katamu Untuk yang ini aku pantas bertanya Apa alasanmu? Darimana kamu tahu bahwa ini akan membuat bahagiaku Apa yang akan terjadi esokpun kamu tidak tahu, bukan Bukankah kamu selalu bilang Aku tak berkuasa akan hari esok Lalu apa ya...

CERITA MIA ( Si Plagiator Itu Temanku )

Image
SI PLAGIATOR ITU TEMANKU "Saya berangkat bu!", pamit Mia sambil melangkah keluar pintu rumahnya. "Yaa, hati hati di jalan Mia!", suara ibu Mia menyahut dari dapur. Mia berjalan tergesa berangkat ke sekolah dan seperti biasa , menghampiri Sri dulu. "Ayo ,Sri! Cepatlah! Ini sudah siang lo". Sri segera melangkah dengan cepat 0menghampiri Mia.  "Iya,ya! OTW!". Hhmm.. lagi lagi anak ini meniru aku, gumam Mia dalam hati. Kemarin dia jepit rambutnya seperti aku, sekarang dia juga ikut taruh pen di sakunya, besok apa lagi?. Memang kadang senang pada awalnya, berarti ada yang mengidolakan aku karena selalu meniru aku, kata Mia dalam hati. Tapi lama lama risih juga , jangan jangan lama lama nanti dikira aku yang meniru dia , gerutu Mia lagi. Harus bagaimana menghadapi si plagiat ini. Dia seakan selalu menjadi bayanganku, gumam Mia. Tapi Sri adalah sahabat Mia, serba salah bukan.

CERITA MIA ( Jangan Sentuh Aku )

Image
Kumpulan kisah ini bercerita tentang seorang wanita tangguh yang perjalanan hidupnya penuh dengan liku liku dan onak duri. Bercerita tentang segala cita citanya, mimpinya, perjuangannya dalam menggapai cita cita dan juga cerita tentang cintanya. Wanita itu bernama Mia, Silviana Primalia Damianti. Wanita cantik tapi kisah hidupnya kadang tidak semulus dan secantik wajahnya. Semoga kisah ini dapat menginspirasi pembacanya . Sebelumnya mohon maaf bila ada kesamaan tempat atau nama, karena ini hanya cerita semata yang diambil penulis dari inspirasi pribadi dengan sedikit merubah demi keindahan cerita saja. Terimakasih dan selamat membaca. JANGAN SENTUH AKU Siang itu seperti biasa Mia menunggu mikrolet di halte bis dekat sekolahnya. Dengan seragam biru putih yang mulai kusam setelah 2 tahun dipakainya.  Tak lama berselang sebuah benda berwarna biru muda meluncur mendekatinya. Mia segera naik dan mengambil tempat duduk dekat jendela agak jauh dari pintu. Penumpan...

NAMANYA MIA

Image
Tuutt..tuutttt..ttuuttt... Peluit sudah memanggil tanda kereta akan segera berangkat. Kereta sore jurusan Jakarta yang ditumpangi Juan. "Mas, maaf ini bangku no 3b ya?". Suara seorang pria membuyarkan lamunan Juan. "O ya mas , ini tempat duduk mas ya, maaf tadi masih kosong jadi iseng saya duduk di sini. Bangku saya ini mas di depan mas, silahkan saya tak kembali ke tempat saya". "Mau kemana mas?". "Mau ke Jakarta mas, saya turun di Gambir. Mas sendiri?". "Iya mas. Saya juga, tapi nanti turun di Stasiun Pasar Senen mas".  Juan memandang ke arah pria di depannya yang kelihatan senyum sendiri saat memandang selembar foto di tangannya. "Foto pacarnya ya mas? Serius sekali hehe". "Bukan mas dia istri saya, saya sudah beberapa bulan tidak ketemu karena saya ada tugas di luar kota". Pria itu menjawab sambil tersenyum. "Waah pasti kangen banget ya mas hehe". Juan lalu membu...

TEMAN PAGI

Image
Saya berangkat dulu ya bu.. Mendarat ciuman pamit di pipi kiri dan kananku, kulihat senyum mungil itu, putri kecilku yang cantik, Yohana namanya. Yaa..Jangan lupa bekalnya na! Hati hati di jalan nggak usah ngebut ngebut jalanan rame lo jam segini! Ya buuuu.... Hmmmm... akhirnya aku bisa menarik nafas lega satu rutinitasku sudah selesai tinggal yang masih menunggu. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 , rumah sudah sepi. Biasa jam segini semua sudah berangkat ke rutinitas masing masing, suami berangkat kerja dan anak anak sudah pergi ke sekolah dan aku.. sendiri lagi . Sendiri tapi berusaha tidak kesepian. Kusruput kopiku sambil kubalik halaman demi halaman buku yang kubaca. MELEPAS BELENGGU judulnya, karya seorang penulis wanita dari Amerika Serikat. Lumayan juga untuk bahan motivasi, setidaknya temanku ngopi pagi ini. Pahit..yaa.. karena memang aku mulai terbiasa minum kopi tanpa gula. Pahit tapi nikmat. Entah darimana bisa nikmat. Tapi setidaknya aku biasa...

LANGIT MALAM 30 OKTOBER 1998

Image
Lampu terminal menyala temaram di sepanjang jalan itu. Diselingi lampu mobil dan kendaraan lain yang lewat lalu lalang di malam itu, 30 Oktober 1998. Malam terakhir Mia bertemu dengan orang ini, Juan, pria yang pernah mengisi harinya. "Dek, tak bisakah kamu merubah keputusanmu. Kita rundingkan lagi bersama", pria itu kembali membujuk Mia. Tapi Mia sudah kekeh dengan keputusannya. Mereka harus putus. Perbedaan keyakinan yang tak pernah bisa menemukan jalan untuk bertemu, hanya jalan buntu bagi mereka. Mia masih ingat saat itu bagaimana dulu dia pernah bertanya pada Juan soal hubungan mereka. "Saya nggak berani dek, siapa yang berani meninggalkan DIA akan sengsara", katanya. "Aku juga nggak bisa ikut kamu, kayakinan adalah masalah hati, tidak bisa ikut ikut gitu, itu hubungan antara kita dengan Tuhan nggak bisa dipaksa", sahut Mia. Dan akhirnya karena tak ada titik temu , mereka putuskan tuk berpisah. Berpisah demi keyakinan masing masing. Juan ...

PETIR YANG BUKAN KEJUTAN BAGIKU

Image
Sinar matahari pagi menyapa lembut wajahku. Mengiringi pelan langkahku menuju tempat itu, ya ke tempat itu. Tempat dimana kita selalu bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Ku buka pintu besar itu, mataku tertuju pada ruangan di seberang sana di mana selalu ada makhluk dingin itu. Makhluk dingin  bak gunung es dengan senyum dinginnya  yang indah yang sudah memporakporandakan hatiku. Aku yakin dia ada di sana melihatku saat ini. Menatap di sudut ruangan dari balik kaca jendela yang hitam. Setelah ku taruh tasku dan jaket di meja kerjaku, kuambil berkas yang kemarin di cari bosku untuk ditandatangani , lalu kuayunkan langkahku. Kuberanikan diri menuju ruangan itu . Kutarik nafasku dalam dalam ada yang berkecamuk di hati.  Perlahan kuketuk pintunya, ada suara jawaban dari dalam. "Masuklah tidak dikunci", suara itu menyahut. "Maaf pak, ini berkas yang bapak minta kemarin" , kusodorkan berkas sambil kutatap  wajah itu. Dalam dan dingin entah apa art...

Untukmu yang masih selalu ada di pelupuk mataku

Image
Untukmu yang selalu ada di pelupuk mataku Aku tak mengerti kapan rasa ini hadir Aku tak tahu kenapa harus hadir Jika ditanya apa alasannya Aku pun tak tahu Tapi sungguh ini ada dan benar benar hadir Hadir dihatiku, menyirami tandusnya dan menghiasi tamannya Membalut lukaku, walau kau tinggalkan yang baru dengan pergimu

HANGAT PELUK ES BATUKU

Image
Apa kabarmu es batuku Makhluk dingin yang pernah membekukanku Makhluk bak gunung es yang pernah menghangatkan hatiku dalam pelukmu Apa kabarmu Sudahkah kamu meleleh hari ini Atau sudahkah kamu membuat orang lain beku karena mencoba mendekatimu Sudahkah pelukmu me nghangatkan hati lain yang beku seperti aku saat itu Sudahkah kebekuanmu cair dengan tawa yang lain Masih kuingat jelas tatap mata itu Tatapan yang tajam dingin menghunjam jantungku Membuatku luluh dalam penantianku Membuatku hancur saat kau hilang dari pelupukku Tak pernah dapat kulupa Pelukan hangat yang menenangkan hati Menyirami tandus jiwa Usapan lembut yang menghapus airmata Tangan yang lembut memelukku Tak kusangka ternyata kau meleleh juga Gunung es itu meleleh begitu cepat Tak dapat dicegah tak dapat ditunda Alam merenggutmu dariku Menyabik hatiku Memaksamu meninggalkanku sendiri Membeku .. Karena dingin pelukmu masih tersisa dihatiku yang ikut membeku karena pergimu Kau pergi menuju ...