Posts

Showing posts with the label langit jingga

Aku Bukan Lagi Alasanmu

Image
Masih kuingat kenangan itu.. Dulu.. Aku adalah alasanmu Alasanmu saat jantungmu berdebar kencang.. yaa saat bertemu denganku Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasanmu karena waktu tidur malammu tercuri, karena memikirkan aku tentunya Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasanmu karena ketidakmampuanmu menanggung rindu yang berat saat kita lama tak bertemu katamu Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasan untuk selalu tampil rapi supaya terlihat kece saat bertemu Dulu.. Aku adalah alasanmu.. alasanmu untuk selalu tersenyum bahagia. Bahagia karena sudah bersamaku Kini.. Aku bukan lagi alasanmu Aku bukan lagi alasanmu , karena kamu sudah memilih berhenti.  Berhenti berjuang untuk semua alasanmu Untuk kebaikan dan kebahagiaan kita katamu Untuk yang ini aku pantas bertanya Apa alasanmu? Darimana kamu tahu bahwa ini akan membuat bahagiaku Apa yang akan terjadi esokpun kamu tidak tahu, bukan Bukankah kamu selalu bilang Aku tak berkuasa akan hari esok Lalu apa ya...

Untukmu yang masih selalu ada di pelupuk mataku

Image
Untukmu yang selalu ada di pelupuk mataku Aku tak mengerti kapan rasa ini hadir Aku tak tahu kenapa harus hadir Jika ditanya apa alasannya Aku pun tak tahu Tapi sungguh ini ada dan benar benar hadir Hadir dihatiku, menyirami tandusnya dan menghiasi tamannya Membalut lukaku, walau kau tinggalkan yang baru dengan pergimu

HANGAT PELUK ES BATUKU

Image
Apa kabarmu es batuku Makhluk dingin yang pernah membekukanku Makhluk bak gunung es yang pernah menghangatkan hatiku dalam pelukmu Apa kabarmu Sudahkah kamu meleleh hari ini Atau sudahkah kamu membuat orang lain beku karena mencoba mendekatimu Sudahkah pelukmu me nghangatkan hati lain yang beku seperti aku saat itu Sudahkah kebekuanmu cair dengan tawa yang lain Masih kuingat jelas tatap mata itu Tatapan yang tajam dingin menghunjam jantungku Membuatku luluh dalam penantianku Membuatku hancur saat kau hilang dari pelupukku Tak pernah dapat kulupa Pelukan hangat yang menenangkan hati Menyirami tandus jiwa Usapan lembut yang menghapus airmata Tangan yang lembut memelukku Tak kusangka ternyata kau meleleh juga Gunung es itu meleleh begitu cepat Tak dapat dicegah tak dapat ditunda Alam merenggutmu dariku Menyabik hatiku Memaksamu meninggalkanku sendiri Membeku .. Karena dingin pelukmu masih tersisa dihatiku yang ikut membeku karena pergimu Kau pergi menuju ...